Senin, 27 Mei 2013

Kalau Nanti Kita Wisuda

Kawan

Kalau nanti kita wisuda
Disaksikan sekian pasang mata
Didengar sekian pasang telinga
Akankah kita bertanya
Kita mau kemana
Atau kita sudah menyimpan jawabannya

Kalau kita nanti wisuda
Disambut suka cita orang tercinta
Dielukan lidah lidah
Atau dinobatkan sebagai pahlawan
Akankah  kita siap berkorban
Mengantarkan manusia manusia
Pada kebahagian mencapai masa depannya

Kalau nanti kita wisuda
Masihkah kita punya banyak waktu
Melepas kemerdekaan nurani
Yang dijeruji tirani
Masihkah kita kita akan lantang
Mengisi ruang ruang perasaan
Mengisi ruang ruang pikiran
Dengan semangat kebaikan
Atau kita sudah tak berdaya
Menganggukkan kepala
Karena kalah oleh tuntunan kehidupan

Kalau nanti kita wisuda

Akankan kita berbeda
Dengan mereka yang berstatus siswa
Dan  tak mengenyam bangku sekolah
Lebih berguna
Lebih mulya
Lebih dewasa

Atau
Kita justru sama seperti mereka
Atau malah semakin gelap dibawanya

Kawan
Jangan seperti toga yang dikenakan
Sekali dipakai selamanya pengangguran

By. Betaomel

My Famely tercinta

 LANGKAH KAKIKU
waktu seperti memburu ku
resah ku mengingat waktu
sungguh berat ku meninggalkan mu
air mata ku berseru mengingat mu

sedetik waktu menjadi berharga bagi ku
kan kulewatkan untuk mu
waktu berhentilah untuk ku
tak ingin ku melepas semua waktu ku

 
Mama antarkanlah anak mu dengan senyuman
agar hilang lara ku
Papa bisakah sejenak luangkan waktu
agar kuat ku melebihi mu

sungguh sulit melewati waktu!
ohh adikku lucu sekali tingkah mu
sungguh ku tak rela melepas mu
nyawaku melayang mengingat masa manis bersama mu

ya Allah jagalah mereka
seperti kau merestui ku
kakak ku jagalah mereka
saat ku tak ada disamping mereka

satu pegangan hidup ku
restu dari cinta keluarga ku
niat ku cuma satu membahagiakan keluarga ku
keluarga ku anugrah terindah untuk ku















keluarga ku

InsyaAllah

Dengan nama Tuhan yang telah meletakkan setitik kasih dan Cinta dalam hati ini dan kini telah membuahkan rindu yang tiada jua dapat kutahan geloranya jika tanpa sedikit ketenangan yang dikirimkan Tuhan buatku.
Untuk kekasihku…
Saat aku tuliskan surat ini buatmu, betapa hatiku sentiasa sarat dengan rindumu. Rindu yang mendambakan kasihku padamu. Hatiku penuh dengan cintamu dan tidak bisa dimasuki oleh kasih yang lain. Hanya kasihmu yang aku miliki, yang menceriakan kehidupanku walaupun kadang­kadang aku tersasar oleh kerana mabuk kerinduan.
Kekasihku…..
Ingin aku katakan padamu bahwa aku tidak menduakan kasihmu. Aku tidak menduakan cintamu kerana hatiku telah dirimu miliki. Bagaimana aku bisa mengisinya dengan sesuatu yang lain sedangkan ia berada disampingmu. Janganlah dirimu sangsi dengan kesetiaanku, kerana aku telah membina benteng yang tinggi agar cintamu yang kumiliki tidak terlepas keluar dari sempadan hati dan menghalang sebarang cinta dari luar untuk menerobosi jiwaku.

Kekasihku…..
Cintamu adalah antara yang terutama dalam senarai cintaku. Pertama cinta Tuhan dan rasul, kedua cinta keluargaku dan ketiga adalah cintamu. Aku jamin ia tidak akan berubah arah sehinggalah Tuhan benar­benar menentukan dan menyatakan kehendaknya dalam kisah perjalanan cinta kita ini. Namun aku sentiasa berdoa agar cinta dan kasih kita ini hayatnya berpanjangan hingga dibawa bersama sewaktu menghadiri perjumpaan di hadapan Tuhan di hari kemudian.
 
Kekasih….
Tiadalah sebaik kata­-kata yang mampu aku tuliskan dalam surat cinta ku ini melainkan untuk menyatakan bahawa sehingga kini hanya dirimu yang memiliki hatiku ini. Aku bahagia begini dan aku ingin terus begini bersamamu. Aku bermohon pada Tuhan semoga Dia menerima permohonan ini. Hanya padaNyalah aku berharap.
Kekasih….
Cinta dan rindumu adalah menjadi teman paling setia dalam hidupku walau saat dirimu tiada disisiku.
By. BetaOmel / Talaga, 23-01-87